
Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak pada aktivitas penerbangan di Indonesia. Sebaran abu vulkanik yang meluas hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lainnya membuat operasional beberapa bandara harus dihentikan sementara demi menjaga keselamatan penerbangan.
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta termasuk fasilitas penerbangan yang terdampak. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara sejumlah bandara setelah melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Gangguan tersebut berdampak pada perjalanan penumpang dan jadwal penerbangan. Laporan terbaru menyebutkan sekitar 170.000 penumpang terdampak akibat pembatalan dan perubahan jadwal penerbangan di sejumlah bandara. Kondisi ini juga membuat maskapai harus menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan abu vulkanik dan kondisi ruang udara.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik menggunakan pengamatan atmosfer serta citra satelit. Sebaran abu yang mencapai ketinggian tertentu dapat membahayakan penerbangan karena partikel vulkanik berpotensi mengganggu kinerja mesin dan sistem pesawat.
Pemerintah menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam menentukan pembukaan kembali bandara terdampak. Masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari Soekarno-Hatta, Halim, maupun bandara lain di wilayah terdampak disarankan memantau informasi terbaru dari bandara dan maskapai sebelum melakukan perjalanan.
0 Komentar