
Aceh Barat – Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (31/10/2026). Luapan Sungai Krueng Meureubo dan Krueng Woyla menyebabkan permukiman warga di 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan terendam banjir. Berdasarkan data BPBD Aceh Barat pada 2 November 2026, sebanyak 135 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
Sejumlah wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan. Genangan tidak hanya memasuki rumah warga, tetapi juga mengganggu akses transportasi dan fasilitas umum. Di Desa Sikundo, badan jalan serta pagar sekolah dilaporkan tergerus arus banjir. Sementara itu, jembatan gantung penghubung Desa Kajeung dan Tungkop di Kecamatan Sungai Mas mengalami kerusakan.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan, pendataan kerusakan, serta membantu penanganan masyarakat terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Sebanyak 24 sekolah, terdiri dari 20 SD dan empat SMP, turut terdampak sehingga kegiatan belajar mengajar sempat ditiadakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu tempat tinggal, tetapi juga aktivitas pendidikan dan perekonomian warga.
Memasuki Selasa (3/11/2026), BPBD Aceh Barat menyatakan genangan banjir di seluruh lokasi terdampak telah surut. Warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan. Meski demikian, akses jalan menuju Desa Sikundo masih memerlukan perhatian karena sulit dilalui. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir yang masih dapat terjadi pada sore hingga dini hari. Surutnya air menjadi awal pemulihan, tetapi perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas masyarakat masih menjadi pekerjaan penting.
0 Komentar